Sutopo bilang, Ternate Sport Tourism tidak hanya ditujukan bagi para profesional, tetapi dapat juga dinikmati oleh para kelompok umum, dalam hal peningkatan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Ternate.
Dalam mengimplementasikan penyelenggaraan fungsi tersebut, maka Dispora Kota Ternate telah merumuskan rencana kerja tahunan pada masing masing bidang, dan menjadi bagian integral dari rencana strategi (Renstra) Dinas dalam siklus lima tahunan.
Sebagai leading sektor yang senantiasa survive dalam pengembangan dan pembinaan keolahragaan di Kota Ternate, maka Dispora Kota Ternate tidak saja merencanakan dan melaksanakan kegiatan penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas olahraga prestasi, melainkan juga sekaligus melakukan kebijakan perencanaan yang bersifat sinergi dan inovatif di bidang olahraga rekreasi.
“Pada konteks inilah, maka kebijakan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan olahraga rekreasi yang dikemas melalui “Ternate Sport Tourism”. Tentunya dengan kebijakan yang diterapkan, nantinya memiliki efek ganda,” timpal dia.
Efek ganda dimaksud, lanjut Sutopo, karena selain memberikan manfaat positif kegiatan ekonomi untuk masyarakat, juga sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
Ternate Sport Tourism pun menjadi pilihan alternatif dalam memotivasi keterlibatan komunitas masyarakat untuk berolahraga sambil berwisata, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah di sektor kepariwisataan.
“Istilah sport tourism menjadi trend di kalangan masyarakat pada beberapa tahun terakhir ini dikarenakan kegiatannya berupa olahraga di alam terbuka yang dikombinasikan sekaligus memperkenalkan atau mempromosikan wisata di suatu daerah atau negara, misalnya kegiatan bersepeda santai atau fun bike, jalan santai bersama keluarga, senam kreasi sehat dan kebugaran, lari marathon atau lari dengan istilah Ten-K (berjarak 10 kilometer), dan sebagainya,” papar dia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.