“Jadi karya Tuan Guru ini adalah bagian dari sejarah napak Tilas yang kami persembahkan untuk beliau,’’ sambung Anita.
Di samping itu, mulai banyak juga jenama asli Indonesia yang merambah pasar internasional. Namun demikian, meskipun memiliki kapabilitas yang tinggi, Indonesia bahkan tidak termasuk dalam 10 besar supplier CTFL (Clothing, Textile, Footwear, and Leather) ke Afrika Selatan.
“Sebab itulah kami menginisiasi Threads of Indonesia untuk mempromosikan TPT Indonesia ke pasar Afrika Selatan,” sambung Duta Besar Saud.
Kegiatan ditutup dengan bussiness matching yang dilaksanakan secara hybrid. Selain dua desainer yang hadir langsung di Cape Town, para buyers juga bertemu dengan 29 supplier Indonesia lainnya secara virtual. Para supplier Indonesia yang tidak bisa hadir langsung di Cape Town telah mengirimkan sampel produk mereka untuk dilihat buyers. Sejumlah potensi transaksi berhasil dihasilkan dari bussiness matching tersebut.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.