Tahun lalu, KBRI Pretoria dan ITPC Johannesburg bersama dengan TFG membuat film fashion bertajuk Stories of Hope yang menampilkan karya kolaboratif para desainer muda Indonesia dan Afrika Selatan yang secara kreatif menggabungkan kain batik dengan kain shweshwe khas Afrika Selatan.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Saud Krisnawan menyampaikan saat ini Indonesia merupakan produsen tekstil terbesar keenam di dunia dan menargetkan posisi kelima terbesar di dunia pada 2030.
Saud bilang, banyak jenama internasional yang mempercayakan produksi produk mereka di pabrik-pabrik di Indonesia, termasuk 35 negara yang memproduksi pakaian militer mereka di Indonesia.
Di sisi lain, Owner Puta Dino Kayangan Anita Gathmir juga menyampaikan rasa bangga dan terharunya, karena kini Puta Dino Kayangan sudah memberikan karya-karya terbaiknya untuk dunia internasional.
“Tetapi bukan berarti sampai di sini saja, kita harus lebih berinovasi dan terus menumbuhkan karya-karya lebih dari sebelum-sebelumnya. Tenun yang kami tampilkan adalah motif Tuan Guru Imam Abdullah Ibn Qadi Abdus, salah satu ulama asal Tidore yang diasingkan di Afrika Selatan,’’ tuturnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.