“Yang lebih parah penumpang dari Dama kadang hanya 6 orang, padahal biasanya 30 orang lebih. Jadi kita rugi di BBM,” sambung Sudin.
Meski begitu, ia mengaku Holy Mary masih tetap bertahan melayani rute itu.
“Mudah-mudahan ekonomi bisa naik lagi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.