Sebab itu, Rustam berharap kondisi bangunan dan kebutuhan mobiler sekolah maupun buku mata pelajaran di SMAS 5 Muhammadiyah Pulau Morotai bisa dibantu oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui dinas terkait.
“Saya harap itu minta bangunan, yah kalau pemerintah kasih 3 kelas Alhamdulillah, empat juga bisa karena lokasinya sudah ada,” pintanya penuh harap.
Terpisah, salah satu tokoh pemuda Kecamatan Morotai Utara, Asdi Pamana mengaku tersentuh begitu melihat kondisi bangunan sekolah di kampung halamannya ini.
Asdi yang berprofesi sebagai pengacara di Ternate itu menyebutkan, sungguh miris jika negara yang sudah 78 tahun merdeka dari penjajahan kolonial ini masih ada sekolah yang bangunannya berdinding papan, apalagi berlantai tanah.
“Apalagi zaman sekarang ini persaingan pendidikan lebih ketat, maka sekurang-kurangnya pemerintah bisa memperhatikan kondisi sekolah yang seperti ini, demi terpenuhinya pendidikan yang berkeadilan hingga ke pelosok-pelosok negeri ini,” cetus Asdi.
Anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI) DPD Maluku Utara ini menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan DPRD Provinsi Maluku Utara, lebih khususnya wakil rakyat daerah pemilihan Halmahera Utara-Pulau Morotai harusnya tidak menutup mata dengan kondisi sekolah ini.
“Mereka tidak boleh diam, sebab pendidikan adalah kebutuhan yang paling mendasar bagi segenap anak negeri ini. Kami harap ini bisa segera dialokasikan ke APBD untuk segera direalisasikan,” pintanya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.