Menurut catatan sejarah, jumlah tentara Sekutu yang menyerang jauh lebih banyak dari Jepang. Bantuan Jepang mendarat pada Oktober dan November, tetapi kekurangan persediaan untuk menyerang Sekutu.
Alhasil, pertempuran terus berlanjut hingga akhir perang, tentara Jepang menderita korban jiwa yang besar akibat penyakit dan kelaparan. Beberapa prajurit Jepang di sana masih terus bertahan dan menolak menyerah. Salah satunya adalah Teruo Nakamura, yang baru berhasil diamankan pada 18 Desember 1974.
Setelah kekalahan Jepang, sekutu kemudian membangun pangkalan Pitu Strep dengan 7 landasan. Muhlis bilang, pembangunan itu atas izin Sultan Ternate.
Di Pulau Morotai inilah Mac Arthur kemudian menyusun strategi untuk membebaskan Filipina yang dikenal sebagai strategi Loncat Katak.
“Basis sekutu di Morotai dianggap penting untuk membebaskan Filipina,” ungkapnya.
Mac Arthur menjabat komandan pasukan Amerika Serikat di Filipina 1941, kemudian menjadi komandan pasukan Sekutu wilayah Pasifik Barat Daya, tahun 1941-1945. Jenderal kelahiran 26 Januari 1880 ini tutup usia pada 5 April 1964.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.