Pernyataan Samsuddin soal nominal utang Pemprov sontak mengundang reaksi Anggota Komisi III Sukri Ali.
Sukri meminta Pemprov Malut agar lebih transparan terkait utang. Pasalnya, berdasarkan data awal yang disampaikan Pemprov Malut ke DPRD total utang hanya senilai Rp 685 miliar.
“Kok tiba-tiba dalam perjalanan utang membengkak jadi Rp 900 miliar, ini sumbernya dari mana?” ujar politikus Partai Hanura ini, Rabu (12/7).
Prinsipnya, kata anggota Banggar ini, bahwa pengakuan utang sebesar itu perlu dipelajari terlebih dahulu.
“Karena penambahan utang ini kita belum tahu jenis apa-apa saja,” katanya menambahkan
“Saya tidak menduga, tapi patut kita telusuri dan bongkar penambahan utang tersebut,” katanya lagi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.