“Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pendampingan. Hasil pengabdian dalam bentuk pelatihan ini secara umum dapat meningkatkan wawasan guru dan siswa terkait dengan kesantunan dan etika berbahasa dalam pembelajaran,” terangnya.
Hal ini ditandai dengan kemampuan guru maupun siswa membedakan tuturan yang santun dan kurang santun dalam proses pembelajaran.
“Selain itu, guru maupun siswa mampu menuliskan serta mempraktikkan secara langsung bagaimana cara bertutur santun dan etika dalam berbahasa seperti dalam kalimat ‘anak-anakku sayang apakah kalian masih semangat belajar?’ Atau ‘tolong ambilkan tasku’,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.