“Tahun sebelumnya memang ada tapi sedikit volume penukaran uang logam sendiri. Ini mungkin masyarakat lebih banyak menyimpan bahkan hanya sebagai simpanan biasa di rumah,” jelasnya.
Ia bilang, hari ini ada dua warga melakukan penukaran, salah satunya Fadlan.
“Uang logam ini dari berbagai pecahan Rp 1.000, pecahan Rp 500 dan Rp 100. Kami imbau mohon sebelum ditukar uang tersebut sebaiknya dipilih dan memilah sesuai dengan pecahan. Kalau masyarakat sudah memilah ketika ditukarkan ke Bank Indonesia itu mempercepat penukaran, kami tinggal menghitung saja tanpa memilah. Tapi kalau bercampur dengan berbagai pecahan maka kami memilah lagi. Jadi ada beberapa tahap kami selesaikan,” terangnya.
Terkait penukaran uang koin, BI juga mengimbau seluruh perbankan di Maluku Utara untuk mau menerima penukaran dari masyarakat.
“Kenapa? Karena mungkin masyarakat yang jauh untuk mencapai Bank Indonesia, kami harapkan teman-teman perbankan bisa menukarkan uang pecahan kecil tersebut sehingga masyarakat bisa terlayani. Kalau memang menumpuk di perbankan bisa ditukarkan ke Bank Indonesia. Intinya kami siap menerima penukaran baik dari masyarakat maupun pihak lain,” akunya.
“Kebijakan dari kantor pusat kita melakukan pelayanan uang yang tidak layak edar maupun uang rusak itu setiap hari Kamis dalam satu minggu kita buka jam 9 sampai jam 12 dilihat dari kondisinya,” tandas Indra.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.