Menurut Rusminto, rapat tersebut sangat penting dan strategis karena berkaitan kesiapan APBD-P 2023 juga APBD Induk Tahun 2024.

Sebab itu, sebelum sampai pada panggilan ketiga itu, lanjut Rusminto, pihaknya terlebih dulu melayangkan panggilan kedua kepada Suriyani.

Rusminto bilang, RDP pada, Rabu (5/7) kemarin, Banggar berkewajiban mempertanyakan terkait sudah sejauh mana kesiapan dokumen APBD-P Tahun 2023 dari TAPD. Namun, tanpa ada alasan yang jelas Suriyani malah memilih walk out dari ruang rapat.

Alasan walk out Suriyani yang menyebutkan Banggar hanya bisa marah-marah serta telah keluar dari substansi RDP pun ditepis oleh Rusminto.

“Untuk itu kami menegaskan bahwa Banggar DPRD tetap konsisten melanjutkan rapat dimaksud, sesuai dengan peraturan tata-tertib DPRD dan peraturan perundang-undangan,” cetusnya.

ia juga berharap agar pada pemanggilan selanjutnya ini, Suriyani sebagai pejabat publik bisa bersikap kooperatif. Sebab hal yang akan dibahas nanti adalah masalah kepentingan masyarakat Pulau Morotai.

“Karena itu Ketua TAPD harus profesional dan kooperatif dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai ketua tim anggaran pemerintah daerah,” pungkasnya.