Tandaseru — Kementerian Desa dan PDTT bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Maluku Utara menggelar launching lomba film pendek bertema “Dakwah dan Jejak Islam Kepulauan”. Launching dilakukan di restoran Sorasa, Kota Ternate, Minggu (25/6).

Ketua ICMI Malut Dr. Kasman Hi Ahmad dalam launching tersebut menyatakan, dalam konteks dakwah ada tiga istilah yang dipakai, yakni dai, doa, dan duafa. Dai adalah orang yang berdakwah, doa adalah prosesnya, dan duafa adalah orang-orang yang menjadi sasaran dakwah.

“Sasaran dakwah dalam konteks keumatan bukan hanya berada di kontinental, tapi juga di daerah maritim atau Kepulauan. Kita di Maluku Utara memiliki jejak dakwah yang luar biasa,” tuturnya.

Kasman memaparkan jejak dakwah di Maluku Utara tak lepas dari para tokoh yang mati-matian menyebarkan dakwah di tengah gempuran tantangan. Ia juga mencontohkan Kesultanan Ternate yang selalu membawa satu dai tiap kali berdakwah di suatu daerah.

“Setelah Islam masuk di daerah itu, dainya akan dititipkan di situ untuk terus mengajarkan Islam dan membentuk pangaji-pangaji yang lalu menelurkan sangaji-sangaji,” sambung Kasman.

Sementara Sekretaris Jenderal Kemendes-PDTT Taufik Madjid saat meluncurkan lomba film pendek itu menyatakan, ia menyambut baik gagasan menyelenggarakan lomba film pendek tersebut. Sebab Maluku Utara memiliki sejarah panjang dakwah Islam, di mana saat ini empat Kesultanan Islam masih bertahan di Malut.