Tandaseru — Ambruknya tembok stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate, Maluku Utara, pada Senin (19/6) menuai kritikan pedas mantan Kapten Persiter Iqbal Alhadar.
Iqbal menyatakan, Wali Kota M Tauhid Soleman sebagai leader dalam pemerintahan harus mengambil langkah cepat menangani persoalan tersebut. Stadion GKR sudah hampir setengah abd dibangun, namun tidak ada kepedulian dari Wali Kota saat ini.
“Semestinya, pemerintahan Andalan menganggarkan renovasi GKR demi kepentingan pecinta sepak bola dan umumnya masyarakat Kota Ternate. Tetapi miris sekali, sejak tahun 2020 pemkot sama sekali tidak mengalokasikan anggaran untuk stadion,” ujar Iqbal.
Legenda Persiter itu menuturkan, pembangunan GKR dimulai sejak zaman pemerintahan Bupati Maluku Utara Jakub Mansur di tahun 1974 silam. Di era Wali Kota Syamsir Andili direhabilitasi dengan penambahan tribun terbuka.
Sementara di masa kepemimpinan Burhan Abdurrahman sempat melakukan perbaikan di beberapa bagian tribun yang rusak dan rumput lapangan.
“Ini miris, masak sih Pak Wali Kota sekarang tidak ada kebijakan sama sekali? Stadion ini sudah puluhan tahun dibangun, kok bisa pemerintah hanya diam begini. Saya juga kaget waktu baca berita, kata Kadispora hampir 4 tahun pemkot tidak alokasikan anggaran untuk stadion. Wah ini parah,” sesalnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.