“Secara lisan sebenarnya saya sudah berkomunikasi dengan Ketua DPR dan beberapa pimpinan dan DPR dan mereka rata-rata mendukung,” terang Asghar.
Mirisnya, dari semua tahapan koordinasi yang telah dilalui dan atas informasi dari Kabag Kerja Sama Chairul Arif bahwa penandatanganan MoU akan dilaksanakan pada 2 Februari 2022 ternyata tidak terwujud sebagaimana diharapkan.
“Atas dasar itu, kemudian saya meminta pimpinan kami Pak Dirk untuk datang ke Ternate agar menghadiri penandatanganan. Namun setelah itu sampai jam ini tidak ada respon dari pemerintah kota. Beberapa pejabat saya WA, saya telepon tapi tidak direspon dan kabar tentang MoU itu tiba-tiba gaib,” ungkapnya.
Bahkan Wali Kota yang dihubungi via pesan WhatsApp, kata Asghar, tidak memberikan respon. Menurut dia, sikap Pemkot Ternate ini jelas seperti telah mempermainkan investor.
“Karena itu kita merasa dipermainkan,” keluhnya.
Sementara Dirut PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menggarap potensi yang dimiliki pemain-pemain sepak bola di Maluku Utara. Bahkan, mereka menargetkan klub bola yang membawa nama daerah Maluku Utara ini langsung masuk dalam kompetisi Liga 2, hingga menuju ke Liga 1.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.