Tidak hanya gedung, rumah warga yang dijadikan tempat belajar pun sama sekali tidak memiliki meja dan kursi. Sehingga, siswa harus belajar di lantai selama pelajaran berlangsung.

“Kondisi yang ada siswa yang belajar di rumah warga ini, belajar dengan sistem melantai. Ini sangat memprihatinkan bagi siswa, karena mereka belajar kurang nyaman,” ungkap Idwar.

Ia pun mengaku harus berupaya mengambil langkah agar siswa dan guru merasa nyaman saat proses belajar, dengan inisiatif membuat meja.

“Inisiatif para guru ini juga tidak semua kita buat, lantaran kita sesuaikan dengan siswa dan juga sesuaikan anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Meja juga tanpa kursi jadinya siswa melantai. Untuk kelas 1 dan 2, kita buatkan meja melantai saja dan sistem belajar melantai ini dari 2018 sampai sekarang,” terangnya.

Sekolah tersebut, hanya memiliki dua guru PNS ditambah lima tenaga bantu pengajar.