“Sehingga dapat menekan kasus putus pakai kontrasepsi yang berdampak pada kehamilan dan kelahiran yang tidak diinginkan,” timpalnya.

Atas dukungan semua pihak, Jasman berharap pelayanan KB bisa sukses terlaksana sesuai sasaran yang targetkan yakni 1.000 akseptor.

Para akseptor atau peserta KB, dapat menggunakan berbagai jenis dan metode kontrasepsi seperti metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), KB jangka pendek seperti suntik, pil dan kondom.

Ia juga mengimbau kepada petugas di seluruh fasilitas kesehatan yang melaksanakan pelayanan KB ini untuk mengajak para akseptor mendaftarkan diri dan mengikuti pelayanan KB.

“Kegiatan ini tidak hanya pelayanan bagi peserta baru, tetapi dilakukan juga layanan ulang yang didapatkan pada momentum Harganas,” pungkasnya.