Fuat tidak sekadar terlibat aktif dalam berbagai gelaran event yang dilaksanakan oleh institusi pemerintah daerah maupun komunitas masyarakat di tingkat pemuda dan Karang Taruna. Berbekal keterampilan (live skill) dan bermodal pengalaman untuk selalu bersama masyarakat, mengembangkan ide-ide dan imajinasi kreatif tanpa batas, termasuk pula yang berorientasi pada isu-isu digital destination yang mencakup ecotourism, capacity building, dan lain-lain sebagainya.
Fuat Bahnan seolah menjadi legend ketika orang berbicara tentang event dari sudut pandang management event dalam bidang kepariwisataan Maluku Utara. Dari ujung Pulau Halmahera hingga ujung Pulau Taliabu, akan kita temui jejak langkah sang “maestro” event yang tak mengenal lelah, memiliki segudang pengetahuan dan pengalaman dalam hal menciptakan sebuah destinasi baru, mengembangkan potensi wisata yang dimiliki sebuah daerah, dan juga totalitas dalam bekerja baik secara personal maupun sebagai bagian dari team work.
Ide-ide kreatif tanpa batas dan tanpa direkayasa berlangsung secara alamiah dalam setiap perannya, jika dirinya menjadi bagian dari pelaksanaan acara tersebut. Sosok yang memiliki multitalent ini juga kini turut bergelut bersama teman-temannya yang sedang gencar melakukan kampanye yang berbasis pada empat pilar literasi digital yaitu: kecakapan digital, etika digital, budaya digital dan keamanan digital. Sebuah project dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang saat ini berlangsung di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat di bawah pimpinan Thamrin Ali Ibrahim sebagai regional project director. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.