1. United Nations Decade of Indigenous Languages 2022-2023
  2. Best Multilingual Book
  3.  Best First Cookbook
  4.  Best Fund Rising Book

Buku ini merupakan besutan komunitas Cengkeh Afo dan Gamalama Spices (CAGS), sebuah komunitas indigenous yang tinggal di hutan rempah tertua di dunia, Ternate.

Literatur berskala internasional ini ditulis dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Ternate. Buku tersebut diproduksi di tengah pandemi Covid-19, ketika perubahan iklim dan bencana global terus mengancam sistem pangan, kemajuan ekonomi, dan kesetaraan sosial.

Sejumlah resep menu makanan dari CAGS juga dimasukkan dalam buku ini yakni Kerapu Merah Rempah Kenari, Ayam Organik Rimo Rempah, Sayur Lilin Tuna Asap Rempah, Singkong Ngo, Dabu-Dabu Ikan Tore dan Teh Rempah.

Buku ini dijual seharga Rp 300 ribu per eksemplar dan seluruh hasil penjualan akan diserahkan untuk komunitas CAGS bagi pengembangan aktivitas mereka di lapangan dan biaya pemeliharaan lokasi.

Kris kepada tandaseru.com mengaku ia dan koleganya Michelle Prasad amat senang karena kisah tentang rempah-rempah Maluku Utara dan budayanya sudah didengar dunia melalui buku ini.