Selain dari patungan warga, dana yang dipakai dalam proyek swadaya ini, lanjut dia, juga diperoleh dari sumbangan perkumpulan orang Sumatera yang bermukim di lingkungan setempat.

Bukan cuma jalan, proyek swadaya ini juga membangun 1 unit jembatan dan 1 unit deker.

“Ini semua mandiri tanpa ada bantuan sepeser pun dari pemerintah,” tegasnya.

Ia pun menyesalkan, kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan yang paling mendasar bagi masyarakatnya ini. Sebab, jangankan membangun, turun ke lokasi saja tidak pernah.

Sarfun dan warga Totalo yang berada di Dufa-Dufa bagian barat pun merasa seperti dianak-tirikan oleh pemerintah yang lebih banyak membangun di Dufa-Dufa bagian timur.

“Lingkungan yang ada di Dufa-Dufa barat masih sangat luas dan sangat membutuhkan pembangunan dari segi infrastruktur jalan,” kata dia.