Alumni S3 Universitas Bramawijaya itu mempertanyakan, apakah negara yang didatangi Wali Kota Ternate itu tertarik dengan produk dari Ternate atau tidak. Kemudian, apakah produk UMKM yang ditawarkan bisa diterima di negara tujuan atau tidak.
Ia meminta Wali Kota menjelaskan maksud dan tujuan dari kunjungan kerja ke dua negara di benua Eropa itu.
“Mereka harus bisa mempertanggungjawabkan tujuan ke Belanda dan Portugal. Karena masyarakat juga perlu tahu, apalagi mereka ke luar negeri menggunakan SPPD yang tidak sedikit,” tukasnya.
Ia bahkan mencontohkan Kedutaan Besar Spanyol yang rela datang ke Tidore Kepulauan demi bisa bekerjasama.
“Pak Wali sendiri harusnya sudah bisa memperhitungkan ini. Apakah ini bermanfaat ke masyarakat atau tidak. Karena jangan sampai ke Belanda dan Portugal hanya jalan-jalan saja. Jadi harus dipertanggungjawabkan itu nanti setelah balik,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.