“Jadi muntahan paus ini kedua kalinya saya temukan. Hanya saja pertama itu kecil dan saya tidak tahu jadi saya buang,” ungkap Udin, Rabu (5/4).
“Saya temukan di tempat yang sama, jaraknya sekitar 30 mil perjalanan di laut Pasifik. Awalnya pas lihat dia terapung, saya kira daging. Jadi saya ambil pisau saya tancap ke daging ini. Saya mau cari tahu apakah ada tulang terbungkus atau tidak, eh ternyata tidak ada,” tuturnya.
Ia menduga benda itu belum lama dimuntahkan paus. Sebab masih lembek.
Saat ini, Udin juga telah dihubungi calon pembeli usai kabar temuannya viral di media sosial.
“Ada yang sudah hubungi saya, mereka mau beli dengan harga per kilo Rp 22 juta. Cuma saya bilang belum. Terus ada yang dari Ambon juga hubungi, dari Jakarta juga,” akunya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.