Lanjut dia, yang paling bertanggung jawab dalam pengawasan yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Menurut saya, ini pengawasannya atau koordinator yang salah. Sehingga minyak selalu kosong juga dong tara tau tara pantau,” kesal dia.

Ia juga membandingkan ketersediaan stok BBM di masa lampau yang selalu stabil, meski saat didistribusikan masuk ke Morotai memakan waktu berbulan-bulan.

“Ini setiap hari masuk tapi minyak sering kosong. Ini bohong berskala mafia,” terang Ai menaruh curiga.

Untuk itu pula, dia meminta agar masalah kelangkaan yang kian meresahkan warga ini bisa lebih diperhatikan pemerintah.

“Jadi, kami minta di pak bupati supaya lindungi rakyat dan tolong perintah anak buahnya buat pengawasan di SPBU maupun di kios-kios,” pintanya.