Tandaseru — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Maluku Utara, Muchlis Djumadil membantah adanya pematokan harga sewa lapak di Pasar Hygienis Gamalama hingga puluhan juta rupiah. Dugaan sewa lapak ini dibidik Kejari lantaran dinilai tak masuk akal.

Beredarnya informasi jual beli lapak itu setelah sejumlah pedagang sayur di pasar itu dipindahkan. Tempat yang ditinggalkan didirikan lapak bagi pedagang gorden selama Ramadan.

Sewa pedagang gorden inilah yang disebut-sebut mencapai Rp 30 juta per lapak untuk sebulan.

Muchlis kepada tandaseru.com mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya informasi jual beli lapak dari media massa.

“Iya, memang informasi itu keluar, saya baca juga. Saya juga di luar daerah. Saya juga konfirmasi ke sana (Ternate, red), kalaupun sampai itu terjadi berarti ada oknum yang melakukan itu,” kata Muchlis, Minggu (25/3).