Alhasil hingga Jumat (17/3) malam, korban tak kunjung pulang ke rumah, yang membuat pihak keluarga curiga dan memutuskan melakukan pencarian.
“Siang tara pulang dong juga tara curiga, nanti setelah menjelang malam paitua tara pulang akhirnya keluarga lapor ke pemerintah desa, kebetulan waktu laporan saya juga ada di Pemdes,” jelas dia.
Pencarian dilakukan pada, Sabtu (18/3) pagi melibatkan keluarga korban dan masyarakat desa. Pencarian menyisir areal kebun korban dan sekitanya itu akhirnya membuahkan hasil.
“Jadi, sekarang baru dong dapat di kebun sudah tidak bernyawa lagi. Informasi awal katanya paitua jatuh di air, kemudian baru tadi pagi ditemui,” cetusnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.