Dengan hadirnya rute itu, pihak bandara diminta menyiapkan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Pitu.

“Jadi harus ada avtur, sama kemungkinan juga masalah landasan karena PCN-nya masih rendah, baru 36,” terangnya.

“Kita lagi upayakan itu, supaya penerbangan aman, ada Boeing dan lainnya. Itu emang syarat harus ada avtur. Landasan sudah aman panjangnya 2.400×45. Sudah aman untuk pesawat-pesawat Boeing,” ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi DPPU avtur di Bandara Pitu sudah ada tim dari DPPU Pertamina Pusat dan Wilayah Maluku-Maluku Utara yang melakukan survei.

“Dan sudah melihat juga areanya. Untuk sementara sesuai area, mungkin kita di bagian timur bandara. Tapi nanti kita koordinasikan dengan pihak Lanud untuk masalah perizinan dan lain-lainnya,” tandasnya.