“Pilar pengembangan ekonomi menjadi komitmen perusahaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah kerja perusahaan untuk membuka akses pada mata pencaharian alternatif bagi masyarakat dalam usaha pertanian, peternakan dan perikanan,” papar Stevi.

Program ini memiliki tujuan dalam rangka menunjang pendapatan rumah tangga sehingga mendorong tercapainya petumbuhan ekonomi keluarga dan mengembangkan ekonomi lokal yang mandiri dan berkesinambungan.

Seperti diketahui, dalam Program Sentani ini kelompok tani mendapat bimbingan budi daya, dukungan sarana dan prasarana pertanian, serta dukungan terhadap penyerapan pasar dari Harita Nickel. Perusahaan juga memberikan bantuan penanganan pasca-panen dan juga pendampingan kepada 1 Bumdes, 2 kelompok tani dan 65 anggotanya. Pada awal program Sentani dengan total lahan seluas 3 hektare hasil panen mencapai 14 ton pada musim tanam pertama.

“Dengan adanya keikutsertaan perusahaan dalam program ini, hasil panen meningkat berkali-kali lipat dibanding panen sebelum program Sentani ini berjalan,” kata Stevi.

Stevi menjelaskan, selain Program Sentani di Desa Buton, perusahaan juga membangun pusat pertanian terpadu. Salam Kawasi (Bersama Belajar Pada Alam Kawasi) di Desa Kawasi. Sistem pertanian terpadu diharapkan dapat menghasilkan pakan yang murah, sumber energi terbarukan, dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk usaha pertanian. Salam Kawasi yang dibangun akan menjadi sekolah lapang bagi masyarakat yang ingin belajar mengenai pertanian, peternakan dan perikanan.