Pada pengecekan langsung pohon Cengkih Afo generasi ke-III, kata Thamrin, terlihat kondisinya memang memprihatinkan. Namun hal itu dimaklumi, karena faktor alam yang menyebabkan patahnya batang pohon cengkih ini. Selain itu, ada faktor umur pohon yang memang telah tua.

“Yang batang patah itu Insyaallah dipagari,” imbuhnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kota Ternate melalui Bidang Perkebunan Distan Ternate juga memastikan kelestarian dari pohon Cengkih Afo ini akan terus dijaga.

Bersama warga pemilik lahan kebun tempat tumbuhnya pohon cengkih tersebut, Thamrin bilang, sudah ada sekitar seratusan pohon yang tumbuh. Bahkan ada yang usianya 80an tahun yang disiapkan menjadi pohon Cengkih Afo generasi ke-IV.

“Yang pasti untuk punah sih, Insyaallah tidak. Karena pemkot lewat bidang perkebunan dinas pertanian selalu membuat langkah-langkah, terutama supaya mempertahankan eksistensi dan keberadaan jenis itu tetap ada. Sehingga orang tahu cengkeh tertua di dunia itu di Ternate yah karena semua generasi kita siapkan,” pungkasnya.