Tandaseru — Pemerintah Daerah Halmahera Selatan, Maluku Utara, bakal meresmikan Tugu Zero Point, Sabtu (18/2).

Tugu tersebut berlambang burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallaciite). Fauna ini merupakan temuan Alfred Russel Wallace, seorang naturalis asal Inggris yang telah menyusuri berbagai sudut Pulau Halmahera bersama asistennya yang bernama Ali.

Wallace dan Ali pertama kali menemukan Burung Bidadari sebagai endemik di Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Inilah yang membuat spesies tersebut dipilih sebagai lambang Tugu Zero Point di ibu kota Labuha.

Lokasi tugu sangat strategis dengan konsep terbuka agar masyarakat Halmahera Selatan dapat menikmati fasilitas publik yang menerapkan konsep smart environment yang relevan dengan konsep pembangunan smart living, smart social dan smart economy.

“Hal ini tentu saja membuka peluang-peluang kreativitas baru agar masyarakat, utamanya kaum milenial, dapat menyalurkan ide kreativitas dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Area terbuka ini akan dilengkapi dengan akses internet secara gratis yang dapat diakses oleh semua warga Halmahera Selatan,” ungkap Bupati Usman Sidik, Jumat (17/2).