“Saya punya pengalaman waktu di Maluku Utara ini ada beberapa daerah tidak pernah kita kunjungi, di daerah Halmahera di pedalaman dan daerah lagi. Terus kita ke sana masyarakat masih menyimpan uang Rp 500 gambar monyet dan masih bagus dan mereka menganggap itu masih laku. Kenapa? Masyarakat tidak salah, sehingga kita datang ke sana,” jelasnya.
Maluku Utara, sambung Marlison, termasuk Ternate adalah wilayah kepulauan yang harus dikunjungi.
“Tentunya tidak bisa melakukan sendiri l, harus bekerja sama dengan beberapa pihak. Pertama, TNI-AL, pemerintah daerah karena mereka tahu pulau mana saja yang perlu dikunjungi untuk kolaborasi tujuan satu menjaga kedaulatan NKRI dengan penguatan aspek ekonomi saat ini,” akunya.
“Ekspedisi itu di Pulau Obi, Bacan, Sanana, Batang Dua. Itu baru sebagian, setelah ini ada kegiatan lagi,” tandas Marlison.
Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara R Eko Adi Irianto menjelaskan, BI ingin mengembalikan kejayaan ekonomi Maluku Utara dan Indonesia, di antaranya melalui budaya rempah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.