Senada, Harce bilang, dengan berjalannya waktu pemda hanya prioritaskan desa lain dan pembayarannya lancar.
“Tapi tong punya tara pernah lancar makanya kami tuntut segera bayar tong punya. Pemda janji satu dua bulan so bayar lunas tapi sampe sekarang tarada kepastian, jadi tong kamari buang tenaga buang uang,” cetusnya.
“Kalau bisa PT Waskita gusur, terus jalan ini tidak dipakai dan tara bertanggung jawab, kami minta Waskita ganti rugi juga. Pemda harus juga tegas, karena Waskita so tebang orang kebun sekitar 3 kilo,” pintanya.
Menanggapi ini, Darmin berjanji tetap melunasi sisa pembayaran tanaman pohon kelapa yang tengah digusur PT Waskita itu.
Hanya saja pembayaran sisa uang itu belum bisa dibayarkan bulan ini. Sebab anggaran 2023 belum berjalan.
“Jadi saat ini saya hanya tanggapi soal lahan, tapi bulan ini belum bisa bayar karena anggaran belum ada, nanti kami koordinasi dengan pimpinan saya dan ke keuangan daerah,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.