Menurutnya, tanaman yang digusur sudah terbayar senilai Rp 200 juta dari total sebesar Rp 400 juta lebih.
“Dimasa Sofia Doa (mantan Kabag Pemerintahan, red) sudah terbayar Rp 100 juta dan di masa saya Rp 100 juta. Jadi sekitar 40 persen sudah dibayarkan, jadi Cio Gerong kita sudah bayar dua kali,” beber Darmin.
Meski begitu, Darmin mengakui masih ada sisa tanaman yang belum dibayarkan di Desa Cio Gerong.
“Makanya nanti dibayarkan di 2023, tapi bukan di Januari. Karena anggaran 2023 bulan Januari ini belum jalan. Tapi kami pemda tetap selesaikan pembayaran ini,” imbuhnya.
Kepada warga, Darmin memastikan bulan Maret 2023 ini akan melakukan pembayaran tersebut. Tetapi, pembayaran lahan dilakukan bukan hanya Desa Cio Gerong saja, melainkan desa lainnya juga.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.