Tandaseru — Kawasan Karst Sagea yang membentang dari Desa Gemaf sampai ke Desa Fritu, Halmahera Tengah, Maluku Utara, tengah mendapat ancaman serius dari rencana operasional perusahaan.
Guna mencegah bencana itu terjadi, alumni Yogyakarta di Maluku Utara (Jogja Ma Fala ) mengadakan diskusi dengan tajuk “Ancaman Terhadap Lingkungan dan Hilangnya Ruang Hidup di Kawasan Karst”.
Diskusi yang dilaksanakan pada 2 Januari 2023 di Jenggala Raya, Kota Ternate, sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk selamatkan Karst Sagea. Diskusi tersebut menghadirkan Deddy Arief (Ikatan Ahli Geologi Indonesia Maluku Utara) sebagai pembicara.
Dalam penjelasannya, Ketua IAGI Maluku Utara ini menyebutkan, persoalan karst tersebut mulai didiskusikan sejak pertengahan 2021. Namun, hingga saat ini hasil yang diharapkan, terlindungi kawasan karst di lokasi tersebut, belum bisa tercapai.
“Berkaca pada daerah lain, seperti di Kendeng, Jawa Tengah, kerja-kerja lapangan mengawal isu seperti ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, katakanlah lebih dari satu-dua tahun,” tambahnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.