Oleh: Sofyan A. Togubu

Pegiat Literasi

________

DALAM hitungan hari, kita akan menyambut tahun baru 2023. Nantinya, mengakhiri tahun 2022 ini kita bakal menyaksikan sebuah momen pesta kembang api di berbagai penjuru negeri. Kebiasan ini nampaknya tidak hanya di Negeri Tirai Bambu sebagai negeri ditemukan kembang api pada abad ke tujuh Masehi. Namun, kebiasaan ini pun telah menyebar di sejumlah negara, salah satunya Indonesia dan khususnya di Maluku Utara.

Tradisi pesta kembang api ini dari berbagai sumber menyebutkan adanya filosofi dan makna terkandung di dalam. Dilansir dari detikNews, seorang astronom dan antropolog di Colgate University, New York, mengungkapkan makna kembang api terkait tahun baru salah satunya adalah kembang api sebagai simbol pengusiran roh jahat. Roh jahat disebut takut dan akan lari apabila melihat kembang api.

Terlepas dari keyakinan kita masing-masing soal pengusiran roh jahat. Kita pun berharap menyambut tahun 2023 ini penuh berkah dan adanya sebuah keajaiban atau hal-hal baik akan dialami terutama mahasiswa baru saja diwisudakan.

Nah, berkaitan dengan frasa sarjana muda. Frase ini penulis kutip dari sebuah lirik lagu dipopulerkan oleh Iwan Fals. Tentu tidak asing lagi dengan kata ‘Sarjana Muda’. Sekilas, sesuai pemahaman penulis bahwasanya musisi Iwan Fals atau dengan nama lengkap Virgiawan Liestanto ini mengulas fenomena seorang sarjana muda yang sedang resah mencari sebuah pekerjaan.

Keresahan ini bisa jadi dirasakan para sarjana muda di Maluku Utara. Sebab, beberapa bulan belakangan ini, Universitas ada di Maluku Utara sudah mewisudakan ratusan bahkan ribuan para mahasiswa dan di tahun 2023 ini pula menjadi lembar baru bagi sarjana muda untuk terjun di dunia pekerjaan setelah sekian lama bergelut di dunia kampus.