Sementara Nadya Tawary mengaku dalam menjalankan Fala Tanawan ada kendala yang dihadapi seperti belum ada spesifikasi rumah kemasan yang khusus untuk membuat kemasan.
“Alhamdulilah sudah benar, bagus sudah diakui instansi terkait yang menangani terkait produk UKM di Ternate dan Maluku Utara. Namun, menjadi kendala memang kemasannya. Kemasan ini di Ternate dan Maluku Utara belum ada spesifikasi rumah kemasan yang khusus untuk membuat kemasan produk UMKM di Maluku Utara, semua pengirimannya itu kami ambil dari luar,” katanya.
“Ini ada kaitan dengan ekspedisi dan kami terkendala dengan harga pengiriman karena tadi dijelaskan oleh Bapak Thomas, letak geografis dan segala macam itu membuat harga ekspedisi kadang lebih mahal daripada barang yang mau kita beli,” akunya.
Di akhir acara, Dwi Asdaningsih membagikan wejangan bagi pemula yang bergerak di dunia bisnis yang baru masuk dunia digital.
“Ada tips-tips dari kami buat teman-teman yang mau berusaha. Pertama, perhatikan bidang usaha. Kedua, siapkan mental. Ketiga, siapkan modal. Keempat, fokus satu bisnis. Dan kelima, tentukan lokasi usaha strategis. Keenam, bangun relasi dengan banyak orang. Dan ketujuh stok barang. Setiap orang bisa mencuri idemu, tapi tidak setiap orang mengeksekusi idemu sebaik dirimu,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.