“Awalnya itu, Bendahara dan Kasubag Perencanaan Biro Adbang menghubungi saya, mereka bilang kalau ada perintah dari Gubernur untuk membuat kanopi rumah kafilah,” jelasnya.

Lantaran pada Januari belum ada anggaran maka para pejabat ini meminjam uang Muchdi. Uang bakal diganti begitu anggaran dicairkan.

Sembari menjelaskan, Muchdi menunjukkan bukti transfer, kuitansi, hingga surat pernyataan dari Ditreskrimum Polda yang dipegang mantan Karo Kesra dan Bendahara Adbang.

Awalnya Muchdi merasa ragu dengan permintaan pinjaman ST dan A. Ia pun meminta bertemu DB agar yakin uang tersebut digunakan untuk kepentingan dinas, bukan kepentingan pribadi.

“Saya minta ketemu Pak Karo supaya saya lebih yakin, makanya Pak Karo DB, A, dan ST langsung datang ke rumah untuk menandatangani kuitansi dan uang yang dipinjam langsung saya transfer ke rekening bendahara,” beber Muchdi.