“Saat pengurusan berkas bertepatan dengan hari itu juga ada oknum pegawai BKD yang bilang bahwa kalau mau cepat itu kasih dia harga rokok supaya dia lebih serius,” akunya.
Selain itu, ada yang memberikan berbungkus-bungkus rokok lantaran oknum pegawai BKD mengancam nama mereka tidak diinput.
“Dari BKD bilang nama kami belum terinput, sehingga kami harus kasih rokok dengan bungkus-bungkus bahkan sebagiannya kasih uang,” timpalnya.
“Jadi saya juga kasih rokok. Kalau dihitung dalam bentuk uang itu uang saya sudah keluar sekitar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu,” tandasnya.
Musriyana yang dikonfirmasi terpisah enggan memberikan tanggapan lebih jauh.
“Jadi kalau bisa nanti datang ke kantor supaya kita ngobrol,” ucapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.