Sementara itu, penerimaan Bea Cukai, pada bulan Oktober 2022 mengalami understated proyeksi sebesar Rp 22,58 miliar yang disebabkan peningkatan penerimaan bea masuk. Deviasi PNBP dan hibah pada bulan Oktober 2022 sebesar Rpb7,05 miliar yoy yang disebabkan naiknya capaian PNBP pada sektor keimigrasian dan izin masuk kembali (re-entry permit) serta sektor kepelabuhanan.
Pada sisi belanja, di Provinsi Maluku Utara, realisasi belanja sampai dengan Oktober 2022 untuk belanja K/L mengalami penurunan sebesar Rp 337,67 Miliar atau 9,44 persen yoy yang disebabkan adanya penurunan belanja barang dan belanja modal masing-masing sebesar Rp 184,80 miliar (13,68 persen yoy) dan Rp 213,57 miliar (23,40 persen yoy).
Realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa yoy terjadi kenaikan sebesar 7,67 persen atau Rp 666,53 miliar. Penyebab terbesar adalah adanya kenaikan realisasi DBH, DAU, DAK Fisik masing-masing Rp 708,18 miliar (46,46 persen yoy), Rp 41,20 miliar (0,78 persen yoy), dan Rp 71,56 miliar (3,76 persen yoy).
“Beralih ke sisi APBD regional Maluku Utara. Realisasi pendapatan daerah hingga Oktober 2022 sebesar Rp 9,79 triliun (75,34 persen pagu), belanja daerah Rp 7,98 triliun (56,55 persen pagu), dan pembiayaan daerah sebesar Rp 409,32 miliar. Akumulasi SiLPA yang dihasilkan sebesar Rp 2,22 triliun. Realisasi pendapatan daerah Provinsi Maluku Utara s.d Oktober 2022 masih didominasi oleh komponen dana transfer mencapai 89,04 persen dari keseluruhan
pendapatan,” akunya.
“Besarnya proporsi dana transfer dalam komponen pendapatan APBD menunjukkan bahwa kapasitas fiskal daerah masih perlu ditingkatkan. Lebih rinci, realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) per 30 Oktober 2022 adalah Rp 1.317,51 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 5.345,05 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Rp 1.162,99 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp 812,51 miliar, dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 87,98 miliar,” jelasnya.
Realisasi belanja daerah sampai dengan akhir Oktober 2022 masih terbilang rendah karena baru menyentuh angka 56,55 persen dari pagu dengan realisasi sebesar Rp 7.981,25 miliar. Realisasi tersebut sebagian besar disokong oleh belanja komponen belanja operasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.