“Ada empat biji dia pegang kong dapa pukul. Dipukul di pipi sebelah kiri deng ada kase pukul deng kayu kase tikang di puru,” ungkapnya saat ditemui di Mapolres Morotai.
Saat ditemui Renol, korban masih terikat di pohon alpukat. Kedua tangannya diikat menggunakan ban bekas motor.
“Dia minta ikat tangannya dilepas karena tangannya sakit. Jadi kita kasana negosiasi deng abang (oknum TNI, red) bahwa tong akui tong punya sodara salah. Tapi abang tara mau kase lapas,” ujar Renol.
“Kita bilang, karena ini menyangkut dengan masyarakat sipil, jadi bisa bawa ke kantor polisi saja. Tapi dia ngotot bawa di POM,” timpalnya.
Beberapa menit kemudian mobil POM datang dan EF diangkut ke kantor POM. Setelah kerabat korban bersikeras, korban akhirnya diizinkan dibawa ke kantor polisi.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.