“Sekarang ini kita sudah mulai merasakan bahwa beberapa tugas pemerintah itu kemudian secara pelan-pelan itu diambil alih oleh masyarakat atau sektor swasta. Misalnya dulu tugas pemerintah terkait dengan surat meyurat atau kirim mengirim barang itu ada instansi pemerintah yang kita kenal dengan Kantor Pos. Kemudian seiring dengan adanya kemajuan teknologi (IT) Kantor Pos menjadi pilihan lain. Ketika kita kirim barang, pikiran kita lagi ke Tiki, JNE dan lain-lain. Artinya di sini sudah mulai ada persaingan dan kita sudah kalah langkah,” papar Samsudin.
Samsuddin menjelaskan, KAPITA diartikan sebagai seorang pemimpin, yang konon katanya pada saat penjajahan Kapita merupakan jabataan yang paing diincar. Di sini “KAPITA” merupakan singkatan dari judul Proyek Perubahan Kolaborasi Antar Pemerintahan Tiga Daerah yaitu, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, dan Kabupaten Halmahera Barat.
“KAPITA ini dibuat sebagai Proyek Perubahan dengan tujuan agar terjalinnya kerja sama lintas kota/kabupaten secara terencana setiap tahun. Adanya regulasi Peraturan Gubernur Maluku Utara yang mengatur tentang sektor unggulan menjadikan pendapatan ketiga daerah sebagai upaya peningkatan PAD,” tandas Samsuddin.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.