Setelah memegang dana itu, sambungnya, ia langsung membelanjakan bahan-bahan pembangunan rumah. Tukang pun telah direkrut jauh-jauh hari, yang berasal dari Desa Todowongi juga.

“Semua ada kuitansinya. Kenapa belum dibangun sekarang? Karena kami tunggu waktunya Ibu Bupati untuk peletakan batu pertama. Ibu Bupati sudah konfirmasi beliau ada waktu pada 5 November nanti,” imbuhnya.

Lokasi yang bakal dibangunkan rumah pastori adalah bekas rumah warga yang dibeli gereja. Ia bilang, besok rumah tersebut mulai dibongkar atapnya.

“Karena setelah peletakan batu pertama, tukang langsung bekerja bangun. Kita sudah bicarakan itu dengan kepala tukang,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran Rp 200 juta tak akan cukup untuk membangun rumah pastori. Karena itu ia sudah bertekad akan menanggulangi sisa kebutuhan pembangunan yang tak bisa ditanggulangi dana itu.