Selain masalah tempat yang sempit, berjualan ikan di tempat baru tersebut kata Rohana, tidak selaris manis tempat yang lama.
Dalam sehari di pasar lama, dirinya bersama pedagang lain bisa menjual ikan hingga meraup Rp 1 juta lebih. Sedangkan di tempat yang baru untuk memperoleh Rp 500 ribu sehari pun sulit.
“Jadi ikan 100 kilogram itu 4 sampai 5 hari baru habis, dulu di pasar lama itu 2 hari saja sudah habis,” ungkapnya.
Ibu tiga anak itu menambahkan, dirinya bersama pedagang ikan lainnya berharap agar janji pemerintah melalui Disperindag Kota Ternate bakal memperluas pasar ikan bisa disegerakan.
Selain itu, janji mengganti uang patungan para pedagang membangun bangunan terapung untuk cold box juga harus ditepati, begitu pula rehabilitasi lantai bangunan pasar ikan karena terlalu licin.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.