“Lalu nanti orang bilang provinsi ini tidak hanya membiayai Sofifi. Tapi karena konsekuensi sebagai ibukota maka jika kita bicara tentang otonomi maka kita bicara tentang infrastruktur kotanya,” tambah Edi.

Menurutnya, pemerintah provinsi sebagai cikal bakal yang akan melahirkan kota ini dengan segala anggarannya.

“Bangun itu Sofifi, sebagai sebuah konsekuensi politik,” pungkasnya.