Pentingnya buku ini pula sehingga salah satu Proklamator Republik Indonesia Mohammad Hatta rela dipenjara asalkan bersama buku. Begitu berharganya sebuah buku. Sehingga, hemat penulis jika Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan membangun kerja sama dengan pemilik transportasi untuk menyediakan beragam buku tersedia di motor kayu bahkan di ruang tunggu berupa pojok baca, maka ini sebagai pancingan minat baca para penumpang menyempatkan waktu untuk membaca.
Terlebih lagi, bagi pelajar memanfaatkan pembelajaran tidak harus di dalam kelas. Namun juga bisa di luar kelas bagian dari menjawab arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni merdeka belajar.
Disadari betul walaupun telah tersedia e-book gratis yang mudah di-download, minimal dengan kehadiran buku bentuk fisik itu maka dengan sendirinya membangun nuansa literasi terutama bagi pelajar bahkan mahasiswa, untuk menghabiskan waktu selama beberapa menit dalam perjalanan untuk menambah pengetahuan, tingkatkan kinerja otak serta mengasah daya ingat seseorang karena membaca bisa di mana saja tidak mengenal ruang dan waktu. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.