“Intinya kami telah sinkronkan program pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan juga Kementerian Desa yang betul-betul kami aplikasikan di tingkat desa. Saya berharap beberapa catatan tadi Pak Menteri bisa memberi arah baru bagi kami untuk bisa mengarahkan kami memaksimalkan program MBKM dengan program kubermas dan juga bina desa kami, siapa tahu bisa sinkronkan bukan saja SDM kita, tapi bisa sinkronkan pendanaan yang ada,” tuturnya.

Menurutnya, Unkhair memiliki keterbatasan dana.

“Tapi dengan semangat, ketulusan adik-adik mahasiswa, mereka rela selama empat sampai lima bulan berada desa untuk mendorong pembangunan desa,” ungkapnya.

Sementara Mendes Abdul Halim Iskandar menjelaskan, Kemendes adalah kementerian yang memiliki tiga beban. Pertama terkait desa, kedua, daerah tertinggal, dan ketiga, daerah transmigrasi.

“Nah, hampir semua perguruan tinggi ketika melaksanakan program KKN, MBKM, itu memang fokus ke desa dan memang tidak salah. Karena Indonesia ini kalau kita lihat profil wilayah dari Sabang sampai Merauke 91 persen itu wilayah desa. Jadi hanya 9 persen yang bukan wilayah desa, jadi tepat apa yang dijelaskan Rektor Unkhair,” paparnya.