“Kayu-kayu ini dari bagian Waka sana. Kami sering dipakai untuk memuat kayu dari sana, cuma sekarang jembatan penghubung ke Waka sudah rusak, makanya kayunya diangkut menggunakan longboat ke pelabuhan rakit sini,” kata warga yang enggan namanya dipublikasikan itu.

Sekadar diketahui, kapasitas produksi UD TTM sebesar 2.000 meter kubik per tahunnya, dengan metode produksi kayu gergajian (sawn timber).
Sementara itu, daftar pemuatan kayu di bulan April kemarin, total 90.000 ton dikirim ke Jakarta menggunakan kapal ekspedisi.