“Tara boleh bagitu. Tong so kase masuk di dalam kong ngoni bikin gerakan tambahan,” teriak salah satu anggota Satpol PP kepada massa aksi.

Adu mulut dan saling dorong pun terjadi lantaran massa aksi tidak terima rekannya dipukul oknum tersebut.

Polisi dan Satpol PP lalu menggiring massa aksi ke jalan umum depan kantor DPRD. Kemarahan massa aksi terus disuarakan, mereka mengecam tindakan represif oknum polisi dan Satpol PP itu.

Kericuhan dalam aksi tolak kenaikan harga BBM di Pulau Morotai. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Setelah massa aksi digiring keluar, baku hantam terjadi.

Seorang mahasiswi, Putri Diana Lotar, pun tak luput dari aksi represif. Tangannya dipelintir oknum petugas. Abdurahman Sajatih, salah satu massa aksi, bergegas melindungi rekannya.