“Kita ketahui bersama bahwa produksi sampah di wilayah kota Ternate dalam sehari mencapai 80-90 ton, kemudian sebagian armada pengangkut sampah pun sudah rusak sehingga aktivitas pengangkut sampah terkendala,” tandasnya.

Sekadar diketahui, melakui edaran propagandanya, massa aksi menekan peran pemkot pada masa periode kepemimpinan M Tauhid Soleman dan Jasri Usman untuk memprioritaskan tentang sampah, yang kemudian diangkat dalam program 100 hari kerja.

Namun dalam perkembangannya penanganan sampah belum terealisasi secara penuh mengakibatkan Kota Ternate berada dalam kepungan sampah.