Ia menambahkan, hasil akhir dari proses perancangan ini berupa film pendek bertema wisata yang dapat memberikan image positif tentang keindahan Desa Tuada. Dalam pengembangannya dapat ditambahkan objek-objek wisata lain yang dapat dijadikan konten dalam sebuah film dokumenter.

“Film dokumenter dipilih menjadi media utama karena dapat memberikan nilai visual Desa Tuada sebagai objek wisata desa adat dan desa budaya di Halmahera Barat, yang selama ini menurut Dinas Pariwisata sebagai penanggungjawab, upaya promosi yang dilakukan terhadap wisata di Desa Tuada masih mengandalkan media konvensional dan tidak berjalan efektif,” tandasnya.