Dari hal itu, kita dapat mengambil pelajaran bahwa jika ingin bertahan hidup maka menghilangkan nyawa atau mengurangi jatah pihak lain maka ilmu ekonomi sebenarnya adalah ilmu tentang pertukaran bagaimana caranya agar kita bisa menukarkan sesuatu dimana kebutuhan kita ternyata bisa terpuaskan dengan pertukaran itu, maka itulah mengapa yang paling sering disebutkan dalam ilmu ekonomi adalah kegiatan perdagangan karena disitu ada distribusi, ada konsumsi dan ada produksi.
Kalau misalnya kita berdagang nasi kuning di depan rumah ternyata tidak laku. Bagi orang yang memahami literasi keuangan akan menganalisis, mencari tahu kenapa dagangannya tidak laku, kemungkinan yang pertama orang disekitar rumah tidak suka dengan produk nasi kuning atau kemungkinan yang kedua mereka suka nasi kuning tapi tidak suka cara penyajian kita mungkin saja kotor dan lain sebagainya. Atau kemungkinan ketiga orang-orang suka nasi kuning tapi tidak tahu kalau kita berdagang nasi kuning. Maka pentingnya pemasaran (marketing) terhadap dagangan kita.
Kemungkinan-kemungkinan itu hanya dapat diketahui dengan analisis ilmu ekonomi kemudian diambil kesimpulan dan keputusan yang mengubah kita untuk bisa menjadi pembuat produk nasi kuning yang laris. Pelajaran tentang kegiatan ekonomi seperti itulah yang harus diajarkan sejak bangku sekolah. Sekolah atau kampus seharusnya mengajarkan bagaimana bertahan hidup dalam kondisi yang dimiliki oleh kita sekarang dan bagaimana caranya agar itu dapat melipatkgandakan dikemudian hari. Karena pelajaran ekonomi yang paling penting adalah bukan bagaimana caranya membelanjakan uang tapi bagaimana caranya mengelola uang itu.
Oleh karena tidak diajarkan literasi keuangan sejak bangku sekolah sehingga kita tidak punya visi keuangan dimasa depan, jika peroleh uang sekian dikelola buat apa saja. Tapi gara-gara belajar ekonomi adalah belajar sesuatu yang halu dan tidak realistis, maka ilmu ekonomi yang paling dasar bagaimana cara mendapatkan, mengelola dan membelanjakan uang tidak diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Itulah pada akhirnya dapat dibenarkan pendapat bahwa kurikulum sekolah dan kampus tidak mengajarkan ilmu ekonomi, yaitu ilmu tentang mengelola hidup sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Itulah mengapa penting Ilmu ekonomi diajarkan sejak dini. Semoga saja! (*)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.