Itulah yang menyebabkan bangsa eropa berhasil menemukan peradabannya sampai mereka mengalami reformasi gereja, kemudian zaman Aufklarung (pencerahan) dan mencapai zaman revolusi industri, revolusi Prancis sampai masuk zaman modern.
Pelajaran yang Dapat Kita Petik
Maka pendekatannya ialah bahwa itu semua terjadi karena urusan ekonomi. Namun pengatahuan seperti itu tidak kita dapati di kurikulum sekolah bahkan kampus. Apakah kurikulumnya lupa memasukan pelajaran yang amat penting itu? Jawabannya karena ekonomi yang diajarkan di sekolah bahkan kampus bukanlah Ilmu ekonomi tetapi parsial-parsial atau bahasan-bahasan tentang ilmu ekonomi yang disampaikan kepada peserta didik. Atau dengan kata lain, pelajaran di sekolah hanyalah komentar tentang ilmu ekonomi bukan ilmu ekonomi. Padahal semua itu adalah sesuatu yang tidak berfaedah.
Peserta didik tidak diajarkan ilmu ekonomi yang paling dasar yaitu bagaimana caranya peserta didik bisa menyesuaikan antara keinginan atau kebutuhan manusia yang tidak terbatas itu dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya sangat terbatas. Itulah dasar ilmu ekonomi! Jadi yang harus diajarkan kepada kita tentang ilmu ekonomi adalah dibuat simulasi misalnya seorang siswa dapat uang Rp 20 juta digunakan untuk apa? Berapa persen disimpan untuk investasi dan berapa persen dipakai untuk kebutuhan dan berapa persen digunakan untuk menabung. Kalau uang itu dibelanjakan tujuannya untuk apa? Apakah untuk aset berapa persen dan untuk konsumsi berapa persen. Seharusnya yang diajarkan di sekolah pelajaran seperti itu mengelola keuangan yang diperoleh.
Itulah sebabnya ada dosen ekonomi hidupnya melarat karena hanya berharap gaji kecil dari pemerintah untuk hidupnya bahkan ada profesor di bidang ekonomi memilih berkebun untuk memenuhi kebutuhannya karena ia sendiri tidak paham literasi mengelola keuangannya sendiri.
Fenomena itu pernah diutarakan oleh Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad, Poor Dad: apa yang diajarkan orang kaya kepada anak-anak mereka tentang uang-yang tidak diajarkan oleh orang miskin dan kelas menengah bahwa sekolah formal tidak mengajari cara mengatur uang sendiri. Hanya mempelajari cara mengatur uangnya perusahaan. Padahal yang harusnya diajarkan di sekolah atau kampus adalah bagaimana kita memperoleh uang dan mengelolanya. Tapi pelajaran itu tidak diajarkan di sekolah, malah yang diajarkan adalah tema-tema yang bombastis seperti sistem ekonomi kapitalis begini, sistem ekonomi sosialis begitu dan lain sebagainya. Padahal itu kajian untuk orang tertentu yang mau belajar ekonomi secara teoritis. Sedangkan ilmu ekonomi yang harus dibutuhkan dan sangat penting untuk setiap orang tentang mereka dapat menyesuaikan antara kebutuhan dengan keinginan atau alat pemuas kebutuhannya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.