Maju Mundur Peradaban Karena Faktor Ekonomi

Peradaban Islam pada masanya merupakan peradaban yang maju pesat. Signifikansi percepatan majunya itu benar-benar ekstrem. Bahkan para sejarawan mengatakan hanya zaman Renaissance (abad pencerahan eropa) saja yang mampu mengimbangi percepatan perkembangan peradaban dunia Islam pada waktu itu (Eugene A. Myers, Zaman Keemasan Islam: Para Ilmuan Muslim dan Pengaruhnya terhadap Dunia Barat).

Tetapi muncul pertanyaan kenapa peradaban Islam yang begitu maju saat itu tidak melompat pada tingkat selanjutnya yaitu era revolusi industri? Padahal kemajuan dunia Islam saat itu sudah satu langkah lagi untuk menuju kesana tapi gagal. Penyebabnya adalah masalah ekonomi karena pada waktu itu masayarakat dunia Islam tidak mampu pindah dari sistem agraris (feodal) ke sistem ekonomi lain yang lebih memadai dan kuat. Alasannya cuman karena itu masyarakat dunia Islam tidak bisa hijrah dari sistem ekonomi agraris (feodal), akhirnya peradabannya menjadi mundur.

Sebaliknya misalnya bangsa Eropa sudah sampai fase Renaissance dan ketika melewati zaman Renaissance, bangsa eropa berhasil masuk pada tahapan-tahapan berikutnya sampai memunculkan revolusi industri. Kenapa bisa seperti itu? Karena di masa Renaissance, tidak lama setelah itu bangsa Eropa berhasil menemukan sistem ekonomi yang jauh lebih memadai untuk keberlangsungan peradaban mereka yaitu melakukan penjelajahan samudra sehingga mereka menemukan sumber daya yang melimpah yang benar-benar di luar batas kemampuan mereka bahkan untuk sekadar menampungnya saja. Jumlahnya sangat melimpah, mereka datang kemana-mana mengambil sumber daya alam yang mereka inginkan akhirnya menjadikan bangsa-bangsa eropa menjadi sangat-sangat kaya. Bahkan Fernand Braudel dalam bukunya The Wheels of Commerce: Civilization and Capitalism 15th-18th Century pernah mengatakan bahwa akibat penemuan dunia baru, Spanyol memegang emas dan perak senilai US$ 1,5 triliun dan menyebabkan Raja Spanyol menjadi Raja Eropa yang paling kuat pada waktu yang penuh dengan perang, konflik agama, bahkan dipakai para penguasa Habsburg menghabiskan kekayaan dalam perang dan seni di seluruh eropa.